Bentuk media sosial yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi jual beli disebut, Social Commerce. Atau e-Commerce.
Sejak platform media sosial ini bertumbuh menjadi e-Commerce, dunia bisnis; mau tidak mau, siap tidak siap! Harus ikut terjun kesana.
Daftar Isi
Apa Itu Social Commerce?
Social Commerce adalah integrasi media sosial dan e-commerce. Melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, pengguna dapat menjelajah dan membeli produk. Tanpa, harus meninggalkan aplikasi.
Pendekatan ini mengubah pola belanja, memperkaya interaksi antara pelanggan dan brand, dan mempercepat proses pembelian.
Mengapa Ini Penting?
Mengabaikan social commerce, berarti menutup mata pada perubahan besar! Khususnya, dalam dunia bisnis modern. Di sinilah pelanggan berinteraksi, berbagi pengalaman, bahkan memengaruhi keputusan satu sama lain. Tentunya, dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Anda ingin bisnis Anda relevan? Ingin produk Anda terjual? Social commerce bukan lagi pilihan—ini adalah kebutuhan. Platform ini menawarkan jalur cepat untuk membangun kepercayaan, mendapatkan eksposur, dan mengubah pengikut menjadi pelanggan setia.
Strategi digital marketing, tanpa menyentuh media sosial, itu artinya mengabaikan potensi uang yang sebenarnya. Di era di mana kecepatan dan interaksi langsung menjadi kunci, social commerce adalah senjata rahasia untuk memenangkan pasar.
Mengapa saya berkata begitu, angka-angka dibawah ini adalah alasannya;
- Keterlibatan Konsumen yang Tinggi
Media sosial memudahkan brand dan konsumen untuk terhubung. Studi dari Sprout Social menyebutkan, bahwa; 68% konsumen lebih mungkin membeli produk! Jika, mereka bisa berinteraksi langsung dengan brand di media sosial.
- Mendorong Keputusan Pembelian
Media sosial mendorong keputusan pembelian! Terutama melalui influencer. Menurut Influencer Marketing Hub, sekitar 30% pengguna menemukan produk baru; melalui rekomendasi influencer.
- Pengalaman Belanja yang Lebih Personal
Konsumen merasa nyaman membeli produk! Ketika, direkomendasikan teman atau orang yang mereka kenal. Dan atau tokoh publik yang mereka ikut (influencer). Data dari Nielsen menunjukkan, bahwa; 71% konsumen lebih percaya pada produk atau layanan yang direkomendasikan oleh orang yang mereka kenal.
- Data dan Proyeksi Social Commerce
Social commerce diperkirakan akan mencapai nilai $3,37 triliun pada 2028. Dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 30%, menurut Grand View Research. Tren ini berkembang, terutama di kalangan generasi muda. Dimana yang paling sering berbelanja online.
Platform Utama
- Instagram: Instagram, dengan fitur “Shop” dan influencer, menjadi platform yang kuat. Menurut eMarketer, lebih dari 130 juta pengguna Instagram berinteraksi dengan pos belanja setiap bulan.
- TikTok: TikTok mengedepankan “TikTok Shop” dan hashtag viral seperti #TikTokMadeMeBuyIt. Menurut TikTok Business Report, transaksi melalui TikTok Shop mencapai lebih dari $10 miliar pada 2023.
- Facebook Marketplace: Memanfaatkan basis pengguna besar, Facebook Marketplace memungkinkan jual beli lokal. Berdasarkan Statista, lebih dari 800 juta orang, menggunakan; Facebook Marketplace setiap bulan.
Tantangan
- Kepercayaan dan Keamanan: Risiko produk palsu dan penipuan, berpotensi tinggi terjadi di social commerce. Tanpa ulasan pengguna atau brand yang tepercaya, banyak konsumen ragu berbelanja di platform ini.
- Kompetisi Harga dan Kualitas: Banyaknya penjual menawarkan harga murah! Persaingan gila-gilaan, membuat konsumen harus berhati-hati. Penjual perlu memastikan kualitas agar dapat bertahan.
- Regulasi dan Kebijakan Privasi: Regulasi terkait privasi dan keamanan data, menjadi isu penting! Pelanggaran privasi dapat merusak reputasi brand. Terutama di media sosial. Era di mana konsumen semakin sadar akan keamanan data.
Kesimpulan
Social Commerce adalah masa depan e-commerce, yang sesungguhnya. Mempertemukan aspek sosial dengan pengalaman belanja. Ini adalah peluang besar bagi bisnis, namun memerlukan strategi yang tepat. Khususnya, untuk mengelola kepercayaan konsumen.
Dengan pendekatan interaktif, bisnis dapat membangun loyalitas dan meraih kesuksesan di era digital ini.